Sabtu, 13 Februari 2010

Cara Berpikir Manajemen Strategik

Lingkungan institusi atau organisasi publik pada dekade terakhir ini dihadapkan pada berbagai perubahan, gejolak, dan kemajuan yang sering kali sulit diperbaiki, baik karena pergolakan maupun ketidakpastian yang dialami. Kondisi ini membutuhkan antisipasi dini, yang sebelumnya belum pernah terjadi, sehingga institusi atau organisasi mau tidak mau (inevitable) harus melakukan tiga hal sebagai berikut (Bryson, 1995:1):

  1. Institusi atau organisasi harus berpikir strategis, yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.
  2. Institusi atau organisasi harus menerjemahkan input-nya untuk strategi yang efektif guna menanggulangi lingkungannya yang telah berubah.
  3. Institusi atau organisasi harus mengembangkan alasan yang diperlukan untuk meletakkan landasan bagi pemakaian dan pelaksanaan strateginya.

Konsep atau kerangka berpikir manajemen strategik berupaya mencari jalan keluar bagi institusi atau organisasi untuk beradaptasi kembali terhadap perubahan dan tantangan lingkungan melalui pencarian isu atau faktor strategis dengan menggunakan teknik-teknik manajemen, agar kemajuan organisasi dapat dipertahankan dan kinerjanya semakin optimal.

Kegunaan praktis yang diperoleh dari aplikasi teknik-teknik yang dikembangkan oleh manajemen strategik (Bryson, 1995:12-23) adalah sebagai berikut:

  1. Pengembangan strategi-strategi yang efektif.
  2. Memperjelas arah masa depan.
  3. Menciptakan prioritas,
  4. Membuat keputusan saat ini dengan mempertimbangkan konsekuensi masa yang akan datang;
  5. Mengembangkan landasan yang kokoh bagi pembuatan keputusan;
  6. Membuat keputusan yang melampaui fungsi dan struktur yang ada;
  7. Memecahkan masalah pokok yang dihadapi;
  8. Memperbaiki kinerja institusi;
  9. Menangani kondisi lingkungan yang cepat berubah.

Jadi, manajemen strategik memberikan gambaran kepada pengambil keputusan mengenai bagaimana suatu institusi dapat digerakkan untuk mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi yang diembannya, dengan mengolah secara efektif faktor-faktor strategis yang ada.

Untuk menerapkan teknik manajemen strategik secara baik dan berhasil, maka harus dipertimbangkan delapan langkah pokok berikut ini (Bryson:55-71):

  1. Memprakarsai dan meminta persetujuan terhadap suatu proses manajemen atau perencanaan strategik. Untuk itu perlu dilakukan negosiasi dengan para pengambil atau pembuat keputusan untuk memperoleh dukungan dan komitmen dalam pelaksanaannya nanti.
  2. Mengidentifikasi mandat institusi atau organisasi. Suatu mandat di dalamnya terkandung hal-hal yang harus atau dapat dilakukan dan hal yang tidak boleh dilakukan.
  3. Memperjelas misi dan nilai-nilai institusi atau organisasi. Penting untuk diidentifikasi kebutuhan-kebutuhan sebagai tujuan, termasuk di dalamnya kebutuhan sosial atau politik yang ingin dicapai.
  4. Menilai lingkungan eksternal yang menyangkut peluang maupun ancaman yang ada. Faktor-faktor yang terkait dengan lingkungan eksternal ini meliputi politik, ekonomi, sosial, dan teknologi.
  5. Menilai lingkungan internal yang berhubungan dengan kekuatan yang dimiliki institusi maupun kelemahan yang ada. Dalam hal ini institusi dapat memantau sumber daya sebagai input, dan strategi saat ini sebagai proses dan kinerja yang diperoleh sebagai output.
  6. Mengidentifikasi isu strategis yang dihadapi organisasi, yang antara lain menyangkut tujuan, cara, falsafah, lokasi, keakuratan waktu, dan kelompok-kelompok yang memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian jika strategi baru dijalankan.
  7. Merumuskan strategi untuk mengolah atau menangani isu-isu yang ada.
  8. Menciptakan suatu visi institusi atau organisasi yang efektif bagi masa depan.


    sumber: Drs. Hessel Nogi S Tangkilisan, M.Si. MANAJEMEN PUBLIK. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 2005

0 komentar:

Posting Komentar