Minggu, 10 Januari 2010

6 Makanan untuk Perbaiki Mood


Faktor makanan mempengaruhi tingkat mood seseorang seharian. Jika mengalami suasana tidak enak, sebaiknya periksa kembali makanan yang Anda asup. Menurut para ahli nutrisi, makanan membantu meningkatkan mood baik atau sebaliknya, dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Menu makanan harian yang baik menjaga gula darah tetap stabil dan kondisi lambung atau gastrointestinal (GI) membantu seseorang tetap energik. Gula darah yang tak stabil, tinggi atau rendah, mempengaruhi mood. Demikian halnya dengan kondisi lambung. Kerja lambung yang terganggu akibat diet keras atau konstipasi menunjukkan perut membutuhkan makanan berserat lebih banyak.

Dalam jangka panjang, beberapa minggu dan bulan, makanan sehat menjaga tubuh tetap sehat dan menangkal masuknya penyakit. Makanan sehat bernutrisi berfungsi meningkatkan hormon serotonin, menjadikan tubuh lebih rileks dan tenang. Nutrisi lainnya membantu mencegah terjadinya luka dan sirkulasi darah ke seluruh organ.

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang membantu membentuk mood:

1. Makanan kaya vitamin B12 dan Folat (Folic Acid)

Makanan yang mengandung asam folat dan vitamin B12 berguna mencegah gangguan pada sistem pusat syaraf, gangguan mood dan demensia. Hasil ini berdasar studi yang dilakukan Edwards Reynolds dari Institut Epileptologi, King College London..

Berdasarkan studi lain di Jepang, asupan makanan dengan kandungan folat tinggi juga menurunkan potensi depresi seseorang. Asam folat diperoleh dari berbagai kacang-kacangan dan sayuran hijau. Vitamin B12 banyak terdapat di produk ikan, daging dan susu.

2. Perbanyak Sayuran dan Buah

Buah dan sayuran memiliki berbagai nutrisi dan antioksidan yang menyehatkan dan meningkatkan kualitas hidup. Sebuah studi mengungkapkan, memakan dua porsi buah dan sayuran sehari mempengaruhi perbaikan kesehatan seseorang sebesar 11 persen.

3. Perbanyak Makanan Kaya Selenium

Selenium merupakan antioksidan yang meningkatkan mood seseorang. Para peneliti menemukan stres yang di derita orang dewasa sebagian besar akibat depresi. Riset menemukan tingkat konsumsi selenium penderita depresi hanya 200 mikrogram atau kurang. Semakin besar tingkat sirkulasi selenium dalam darah, gejala depresi menurun secara signifikan.

Sumber Selenium berasal dari makanan berupa kacang kedelai, dan kacang polong. Selain itu selenium diperoleh dari daging ayam tanpa kulit, susu rendah lemak, kacang-kacangan dan makanan laut (udang, kepiting, sardin, ikan).

4. Makan ikan beberapa kali seminggu

Studi terbaru mengungkapkan, orang yang mengalami depresi, sebaiknya meningkatkan konsumsi daging ikan, utamanya ikan salmon yang kaya asam lemak omega-3.

Jay Whelan, Kepala Departemen Nutrisi di Universitas Tennessee dalam sebuat penelitian mengatakan kandungan omega-3 ikan mempengaruhi mood dan tingkat depresi seseorang. Sumber makanan kaya asam lemak omega-3 diantaranya ikan hering, tuna, sardin dan salmon.

5. Asupan Vitamin D

Kekurangan kadar vitamin D meningkatkan potensi gangguan mood, terutama menjelang mentrusasi (PMS), dan gangguan mood secara umum.

Pamela K Murphy dari Pusat Medis Universitas Carolina Selatan menemukan asupan vitamin D sedikitnya mencapai 1.000-2.000 IU perhari. Selain sinar matahari pagi, ada beberapa bahan makanan yang mengandung vitamin D diantaranya ikan salmon, tuna dan makarel, hati, keju, dan kuning telur.

6. Seporsi kecil Cokelat

Memakan satu porsi coklat setiap hari membantu meningkatkan mood dan aktivitas fisik, ungkap Becker dari John Hopkins. Menurut studinya, cokelat hitam memicu produksi endorfin, hormon yang memberi rasa rileks. coklat hitam juga meningkatkan kesehatan jantung dengan efek mencegah pembekuan darah dalam pembuluh.

Sebuah penelitian di Belanda mengungkapkan, makan 1/3 bagian cokelat setiap hari menurunkan tekanan darah dan resiko munculnya penyakit jantung.

0 komentar:

Posting Komentar